WEB LAMA

Kelurahan Sarangan

Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan

[PELATIHAN ANYAMAN PLASTIK]    [WAJAH BARU KELURAHAN SARANGAN]    [GERAI SERBUAN VAKSIN]    [SEJARAH SINGOLANGU]    [BERSIH DESA (DAWUHAN ) LINGKUNGAN NGLUWENG]    [MENGENAL KEBERLANJUTAN DIGITAL MARKETING DI ERA PANDEMI DAN BAGAIMANA POTENSINYA DI SARANGAN?]    [MEMPERINGATI HARI LAHIRNYA PANCASILA]    [LARUNG TUMPENG (LARUNG SESAJI) TELAGA SARANGAN]    [PEMUDA SARANGAN TANGGUH]    [BATIK ECO PRINT SARANGAN ASRI]    [ANALISIS JURNAL INTERNASIONAL CYBERCRIME]    [OPTIMALISASI PERAN BUMDES DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KEPALA DESA]    [BENCANA LONGSOR DI LINGKUNGAN NGLUWENG]    [SIMULASI MAGETAN ZONA HIJAU BEBAS COVID-19]    [BANTUAN SOSIAL]    [PLATFORM SURVEI RLI (RASIO-LACAK-ISOLASI) DI KELURAHAN SARANGAN BERBASIS LOCATION BASED SERVICE DALAM KEGIATAN KKN PPM UGM PERIODE 4 (DESEMBER 2020 – FEBRUARI 2021) DI SARANGAN, PLAOSAN, KAB. MAGETAN, JAWA TIMUR (UNIT JI147]    [LABUHAN SARANGAN]    [GIAT VAKSINISASI KELURAHAN SARANGAN]    [SERBUAN VAKSIN]    [PEMANFAATAN LAHAN DI KANTOR KELURAHAN SARANGAN]    [PELAYANAN MASYARAKAT OLEH MAHASISWA KKN-T FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA]    [PENANAM POHON KETAPANG KENCANA]    [TRADISI MENJELANG IDUL FITRI]    [BIOPORI SEBAGAI TAMBAHAN RESAPAN AIR DI KELURAHAN SARANGAN DALAM KEGIATAN KKN PPM UGM PERIODE 4 (DESEMBER 2020 – FEBRUARI 2021) DI SARANGAN, PLAOSAN, KAB. MAGETAN, JAWA TIMUR (UNIT JI147)]    [PENANGGULANGAN STUNTING BAGI KADER PKK DAN KADER POSYANDU KELURAHAN SARANGAN TAHUN 2019]    [ALAT CUCI TANGAN OTOMATIS MAHASISWA KKN-PPM UGM 2020 PERIODE 4]    [PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN EDUKASI KREATIF PENYEDUHAN KOPI LOKAL MAGETAN BAGI PELKU UMKM DI KEL.SARANGAN]    [ SURAN (BERSIH DESA) LINGKUNGAN SINGOLANGU]    [PETUNJUK PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN TOGA KKN-PPM UGM 2020 PERIODE 4]    [PELATIHAN PEMANDU WISATA BAGI KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) KAMPUNG SUSU LAWU]    [PELATIHAN PEMULASARAN JENAZAH COVID-19]    [SENDANG SANGGAR]    [TELAGA SARANGAN]    [DAWUHAN (BERSIH DESA) LINGKUNGAN NGLUWENG]    [TIM PENJEBOL (PELAYAN JEMPU BOLA)]    [IDUL FITRI DIMASA PANDEMI]    [SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN RELAWAN SIAGA BENCANA BERBASIS MASYARAKAT KEL. SARANGAN 2019]    [KELURAHAN SARANGAN ASRI]    [PENGHIJAUAN]    [MELIHAT LEBIH DEKAT KELURAHAN SARANGAN MELALUI SUDUT PANDANG SUMBERDAYA LAHAN]    [MAHASISWA UGM MELAKUKAN PEMETAAN BATAS DUKUH/LINGKUNGAN DI KELURAHAN SARANGAN DALAM KEGIATAN KKN PPM UGM PERIODE 4 (DESEMBER 2020 – FEBRUARI 2021) DI SARANGAN, PLAOSAN, KAB. MAGETAN, JAWA TIMUR (UNIT JI147) ]    [HIDROPONIK VERTIKULTUR DI KELURAHAN SARANGAN DALAM KEGIATAN KKN PPM UGM PERIODE 4 (DESEMBER 2020 – FEBRUARI 2021) SEBAGAI PILOT PROJECT DI SARANGAN, PLAOSAN, KAB. MAGETAN, JAWA TIMUR (UNIT JI147) ]    [BELAJAR MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI MELALUI UANG SAKU (KKN PPM UGM 2020 PERIODE 4)]    [PEMBELAJARAN BAHASA ASING UNTUK MENAMBAH SKILL (KKN PPM UGM 2020 PERIODE 4)]    [TRADISI PAGERAN/BERSIH DESA LINGKUNGAN SINGOLANGU ]    [GERAI VAKSIN MERDEKA]    [JALUR PENDAKIAN KLASIK GUNUNG LAWU VIA SINGOLANGU]    [MENGENAL HIDROPONIK BAGI PEMULA (KKN PPM UGM 2020 PERIODE 4)]   
05 Februari 2021

MELIHAT LEBIH DEKAT KELURAHAN SARANGAN MELALUI SUDUT PANDANG SUMBERDAYA LAHAN

          Kelurahan Sarangan merupakan kelurahan yang terletak secara administratif berada di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Kelurahan Sarangan merupakan kelurahan/desa terluas di Kecamatan Plaosan wilayah sebesar 23,44 km2 atau sekitar 35,46% dari total luas wilayah di Kecamatan Plaosan (BPS,2019). Letaknya yang berada pada bagian dari lereng Gunung Lawu membuatnya menyimpan banyak sekali pesona alam dan lingkungan yang memikat. Oleh karenanya, Kelurahan Sarangan menjadi salah satu kawasan pariwisata yang banyak dikenal memiliki berbagai destinasi wisata yang berbasis alam dan lingkungan. Kondisi ini tentu akan menarik bila Kelurahan Sarangan dapat dikaji secara khusus terkait sumberdaya lahannya. Melalui kondisi tersebut, artikel ini akan mencoba menjelaskan kondisi kelurahan Sarangan melalui sudut pandang kekayaan Sumberdaya Lahan yang terdapat di Sarangan.

          Sitorus (2001) dalam Mudiarta (2007) mengemukakan sumberdaya lahan sebagai lingkungan fisik yang terdiri atas iklim, relief tanah, air, dan vegetasi serta benda yang ada diatasnya sepanjang memiliki pengaruh terhadap penggunaan lahan. Sumberdaya lahan berfungsi sebagai wadah dan produksi strategis bagi pengadaan sumberdaya alam diatasnya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bahasan kali ini akan mencoba melihat sumberdaya lahan dalam sisi geomorfologi, penggunaan lahan, kemampuan lahan dan jasa ekosistem.

          Melalui sisi geomorfologi, Kelurahan Sarangan terbentuk dari asal proses vulkanik. Proses vulkanik dipengaruhi oleh aktivitas Gunung Api Lawu di masa lampau. Desa Sarangan memiliki beberapa morfologi yaitu sangat curam, curam, agak curam dan datar. Secara keseluruhan Kelurahan Sarangan memiliki morfologi sebagian besar curam yaitu sekitar 53% dari luasan wilayah kelurahan total. Morfoaransemen pada Kelurahan Sarangan terdiri dari lereng atas gunungapi, lereng tengah gunungapi, lereng bawah gunung api, lereng kaki gunung api, dataran kaki gunung api, medan lava, gawir, lembah dan lembah transisi. Setiap morfoaransemen tersebut memiliki susunan batuan yang berbeda-beda dari piroklastik vulkanik, tuff, breksi batu apung dsb. Perbedaan batuan penyusun tersebut diakibatkan karena secara historis formasi batuan pada setiap wilayah memiliki perbedaan asal dari formasi Batuan Gunungapi Lawu (Qvl),  Lava Condrodimuko (Qvcl), Tuf Jobolarangan (Qvjt) dsb. Gambar 1 menunjukkan sebaran kondisi geomorfologi di Keluarahan Sarangan.

Peta Geomorfologi Kelurahan SaranganGambar 1. Peta Geomorfologi Kelurahan Sarangan

          Penggunaan lahan Kelurahan Sarangan terdiri dari hutan, ladang, permukiman, lahan terbuka, semak belukar dan telaga. Penggunaan lahan secara keseluruhan paling dominan adalah hutan dengan luasan sebesar 55% dari luasan total sebagaimana Gambar 2.

Penggunaan Lahan Sarangan

Gambar 2. Penggunaan Lahan Sarangan

          Hutan didominasi dengan pohon pinus terletak di bagian lereng bawah hingga lereng kaki sebagaimana Gambar 3. Sedangkan semak belukar memiliki luasan sebesar 21% dari luas wilayah total. Semak belukar ditemukan banyak di lereng tengah dan lereng atas gunungapi. Semak belukar berupa tanaman khas gunungapi. Ladang memiliki luasan 17% dari luasan total dan banyak ditemukan di lereng kaki dan lereng bawah. Ladang ini dimanfaatkan sebagai media tanam sayuran. Permukiman hanya memiliki luasan 4% dari luasan total dan ditemukan di dataran kaki gunungapi. Pola pemukiman cenderung mengelompok pada area dataran dan sekitar telaga. Lahan terbuka ditemukan pada lereng atas gunungapi yang merupakan jalur medan lava.

Peta Penggunaan Lahan Sarangan

Gambar 3. Peta Penggunaan Lahan Sarangan

          Kelas kemampuan lahan di Kelurahan Sarangan menunjukkan kondisi yang bervariasi sebagaimana Gambar 4. Kelas kemampuan lahan VIII (warna merah) banyak ditemukan di lereng atas, gawir dan lereng kaki. Faktor penghambat terbesar pada kelas ini adalah morfologi berupa lereng sangat curam. Kelas kemampuan lahan VIII tersebut hanya dapat digunakan untuk pemanfaatan sebagai cagar alam atau hutan lindung (Sartohadi, 2012). Kelas kemampuan lahan VII berada di lereng tengah, lereng bawah dan lereng kaki. Faktor penghambat terbesar pada area ini juga kemiringan lereng yang curam. Kelas kemampuan lahan III banyak ditemukan pada lereng kaki dan dataran kaki gunung api. Faktor penghambat terbesar pada kelas ini adalah tingkat erosi tanah. Tingkat erosi pada satuan bentuklahan ini masuk dalam kategori sedang. Lahan dengan kelas kemampuan lahan ini cocok untuk lahan garapan terbatas, lahan penggembalaan intensif hingga terbatas, hutan produksi hingga hutan lindung (Sartohadi, 2012).

Peta Kemampuan Lahan Sarangan.

Gambar 4. Peta Kemampuan Lahan Sarangan

          Kelurahan Sarangan secara umum memiliki nilai jasa ekosistem penyediaan pangan dari kelas rendah, sedang dan tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi bentuklahan dan penggunaan lahan yang tersebar di Kelurahan Sarangan sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 5. Kelas jasa ekosistem penyediaan pangan sedang dan tinggi tersebar merata pada Kelurahan Sarangan dari bagian tengah hingga selatan.